Catatan perjalanan Safari Libur Akhir Tahun ke Pantura Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

January 16, 2010

Sesuai program komunitas lingkungan saya yakni Jamaah masjid Hidayatullah, Bekasi Selatan yakni mengadakan tour muhibbah yang ke X ke lokasi lokasi wisata tadabur alam dan wisata religi, maka pada hari Kamis pagi tanggal 31 Desember 2009 rombongan kami bertolak dari home base di Pekayon Jaka Setia, Bekasi menuju tujuan wisata dengan menggunakan Bis pariwisata eksekutif  dengan kapasitas 40 seat. Tujuan kunjungan pertama sesuai program wisata adallah perguruan (ma’had) Az-Zaitun serta masjid Rahmatan Lil Alamin yang berada di lokasi Az-Zaitun

Tepat pukul 11,30 siang kami telah berada di area llokasi Az-Zaitun, tapi sesuai dengan protap Az-Zaitun bahwa setiap rombongan tamu yang berkunjung harus dipandu oleh petugas yang memang sengaja telah disiapkan oleh pihak pengurus perguran Az-Zaitu. Alhamdulillah kami setelah dikumpulkan di ruang aula tempat menerima tamu oleh pihak security  tidak lama berselang petugas pemandu datang dan serta merta memberikan pengarahan tentang kondisi perguruan Az-Zaitun sebelum diajak berkeliling area perguruan yang menurut pemandu luas areal perguruan Az-Zairun kurang lebih adalah 1200 hektare, jadi hampir separuh luas kota Makassar sebelum dimekarkan. Tapi setelah bernegosiasi kami memutuskan untuk berkeliling areal perguruan setelah sholat Zhuhur yang di jamak taqdim dengan sholat Ashar. Setelah melaksanakan sholat dan berfoto-foto sejenak rombongan kami mulai diajak keliling areal dengan bis yang kami tumpangi. Satu persatu setiap gedung yang kami lewati dijelaskan olleh pemandu, demikian lahan-lahan pertanian yang terbentang luas yan1

Terlepas dari kontroversi tentang keberadaan AZ-Zaitun yang dipimpin oleh Pak Panji Gumilang. Saya sangat menikmati pemandangan di dalam perguruan ini yakni tentang keberadaan anak-anak mulai dari Madrasah Ibtidaiyah yang konon bayaran perbulannya menurut pemandu hanya sebesar Rp. 400.000,- dan anak  anak ini asalnya dari berbagai daerah termasuk saya sempat menanyakan kalau mereka berasal dari Jakarta Selatan.. Semetara untuk tingkat Tsanawiyah dan Aliyah, pembayarannya berdasarkan paket yakni sampai selesai adalah sebesar US $ 3.500.-. Karena peserta pendidikannya ada yang berasal dari luar negeri terutama Malaysia.

Maih menurut pemandu, jumlah seluruh siswanya sampai saat ini adalah sebanyak 6000 siswa sedangkan guru-gurunya adalah sebanyak 300 orang, pegawai lainnya seluruhnya ada sebanyak 1200 orang yang bekerja diberbagai bidang penunjang Az-Zaitun.

Hal yang menarik lainnya adalah adanya bangunan monumental yaitu pembangunan Masjid Rahmatan Lil Alamin selaus 6 HA dan direncanakan dapat menampung 20.000 jemaah. Masjid ini terdiri dari bangunan utama lima lantai (Masjid Istiqlal hanya 4 lantai) dan arsitekturnya menurut pemandu mengambil perpaduan antara  masjid Alhambra di Spanyol (sekarang setelah Islam takluk di rubah menjadi gereja pada abad pertengahan), masjid Aya Sofia di Istanbul, Turki (yang sebelumnya adalah gereja Kerajaan Rumawi Timur di Konstantinopel) dan Masjid Taj Mahal di India.

Namun sayangnya masjid ini belum selesai seluruhnya sehingga belum dapat dipakai untuk sholat. (bersambung)

Mimpi jadi penduduk Brunei Darussalam

December 1, 2009

Ketika saya dan keluarga (isteri serta anak-anak) melakukan ibadah Umroh pada waktu musim liburan sekolah bulan juli tahun 2005 m, saya sengaja memilih salah satu travel haji dan Umroh yang menawarkan alternative melakukan Umroh dengan singgah di Brunei Darussalam (Bandar Sri Begawan) . Untuk itu kamiitu kami menggunakan penerbangan ke Jeddah (Mekah) menggunakan Pesawat milik Royal Brunei Air Line. Pada saat berangkat ke Jeddah kami sanya singgah sebentar di Airport Bandar Sri Begawan namun pada saat kembali ke tanah air kami di program unutk mengikuti city tour selama 1 hari 1 malam di Bandar Sri Begarwanm. Jadi kami harus menginap semalam di Bandar Sri Begawan. Sebelum kami bermalam oleh tour leader kami diajak jalan sekitar kota Bandar Sri Begawan setelah sebelumnya mencicipi makan khas Brunai disalah satu restoran melayu. Sungguh suatu perjalanan yang sangat menyenangkan karena kami mendapat pengalaman baru tentang kehiudupan salah negara kaya yang pemerintahannya berbentuk kerajaan yang berdasarkan hukum Islam. Di negara ini tidak ditemukan adanya penjualan minuman keras, tidak tempat temput khusus yang disediakan untuk para penjaja cinta dan pelampiasan nafsu si hidung belang. Juga tidak ditemnukan adanya berandal jalanan berkeliaran apalayygyiy para pengemis dan preman. Sungguh suatu negara yang menjadi dambaan setiap ummat yang ingin beribadah sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh ALLAAH SWT. Saya sendiri setelah menyelesaikan program city tour dari travel biro masih belum puas dan malamnya mencoba berjalan sendiri dari hotel tempat menginap ke pusat kota yang jaraknya dapat terjangkau dengan berjalan kaki. Sungguh suatu pemandangan yang damai di malam hari karena terang benderangnya lampu hias di jala-jalan serta gemerlapan lampu-lampu yang menghiasi setiap gedung bertingkat dan sudah barang tentu kilau kemilau lampu hias dari dinding dan kubah mesjid Sultan yang kesohor itu. Kenyamanan dan kedamaian suasana tinggal di kota yang aman, tentram serta kehidupan agama yang sangat kental ke Islamannya ini sampai-sampai membuat saya bermimpi menjadi penduduk kota Bandar Sri Begawan ibukota Negara Brunei Darussalam. Kapan suasana aman, tentram dan damai ini dapat kita hirup di negara kita Indonesia yang tercinta ini. Wallahu A’lam.

Tempat Rekreasi Alternative sekitar Jakarta

November 28, 2009

Menjelang libur akhir tahun dan libur sekolah banyak para orang tua  di Jabodetabek yang mulai pusing memikirkan temapt berlibur atau tempat berekreasi bagi anak anak mereka yang sedang libur sekolah semester genap yang biasanya sangat panjang yakini krang lebih selama 14 hari.Bagi para orang tua yang mumpuni atau memiliki fasilitas baik dari segi keuangan maupun tempat untuk menghabiskan masa liburnya tentu tidak menjadi masalah. Akan tetapi bagi yang kemampuannya pas-pasan tentu akan berpikir panjang bagaimana caranya memanfaatkan masa liburan sekolah bagi anak-anaknya yang tercinta.Mereka mungkin tidak akan menyenangkan anak-anak dengan mengajak berlibur ke Bali, ke Lombok atau ke Danau Toba atau yang paling dekat ke Yogya atau Bandung karena tempat tempat wisata tersebut hanya akan terjangkau bagi para orang tua yang telah mapandalam bidang ekonomi keluarganya. Namun tentu bagi para orang tua yang pasa-pasan koceknya demi untuk menyenangkan anak-anaknya mereka tentu akan berusaha untuk mengajak anak-anak memanfaatkan waktu liburnya ke tempat tempat rekreasi yang cukup bergengsi disekitar Jakarta seperti Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, Kebun Binatang Ragunan ataupun kalau keuangan cukup memungkinkan akan mengajak anak anak ke Taman Safari di Puncak dan sekaligus mencari Villa tempat beristirahat selama beberapa hari.Namun bagi para orang tua yang tidak cukup danya untuk berlibur ke Puncak maka ada tempat rekreasi baru di sekitar Jakarta yang cukup dekat yakni di sekitar Cibubur yang baru di perlkenalkan awal tahun 2009 ini. Tempat Rekreasi ini adalah Taman Arwana Cibubur dan disingkat dengan initial TAC. Tempat rekreasi menyajikan wahana bermain bagi anak anak berupa wahana motor ATV, Flying Fox, wahana Outbound, waterpark berupa kolam renang bola untuk anak anak serta wahana bajak sawah dan tangkap ikan sedangkan untuk orang dewasa disediakan tempat mancing sistim galatama , taman Arwana(tempat penangkaran ikan arwana) serta Taman keramik (arena kreasi keramik) dan yang tak kalah penting adalah tempat berisitirahat setelah puas berekreasi adalah adanya Gubuk Makan mang Engking dengan variasi menu makanan serba ikan air tawar dan udang serta kepiting/rajungan.Tempat rekreasi dibukamulai dari pukul 9.00 pagi sampai pukul 21.00 malam. Untruk mencapai tempat rekreasi ini sangatlah mudah yaiut bagi yang berasal dari Jakarta melalui jalan tol Jagorawi kemudian keluar pintu gerbang tol Cibubur selanjut ikuti arah jala alternative ke Cikeas dan setelah SPBU Petronas belok kiri kurang lebih dua kilo meter kearah taman pemakaman Pondok Ranggon Jakarta. Adanya tempat rekreasi ini sangat membantu bagi para masyarakat yang tidak ingi terlalu jauh mengajak anak-anaknya berlibur atau berekrasi demi menyenangkan si anak serta keluarga lainnya. Selamat mencobanya, sekian (M Nawir Moha)

Gubernur BI jabatan mulia yang menakutkan

November 27, 2009

Sejak akhir masa pemerintahan Orde Baru jabatan Gubernur BI yang sangat bergengsi dan mulia karena menjadi jabatan yang sangat banyak dirindukan oleh para elit di negara kita. Namun seiring dengan berakhinya Pemerintahan Orde Baru dan digantikan oleh Pemerintahan era Reformasi jabatan ini yang untuk bisa menududuki singgasananya harus melalui fit and proper test di hadapan para anggota DPR RI yang terhormat menjadi sangat rawan terkena sanksi hukum yang berakibat para pejabatnya harus berurusan dengan hamba hukum, dan tidak jarang berakhir dengan menginapnya para Gubernurnya di hotel prodeo. Suatu kondisi yang sangat tidak menyenangkan karena biasanya kemana mana dikawal oleh para ajudan tegap yang disiplin serta hidup dengan layanan fasilitas yang aduhai pada akhirnya ternyata harus tinggal di hotel prodeo dengan tidur beralaskan kasur lipat yang tipis. Sejak era awal reformasi sampai saat ini semua yang pernah menjabat Gubernur BI harus mengakhiri karirnya dengan menginap di hotel prodeo yang menurut takaran universal merupakan tempat yang menakutkan bagi siapa saja sebab akan menimbulkan aib bagi keluarga karena streotip tempat yang hina bagi setiap orang yang mengkultuskan hidup damai sejahtera dan mulia di dunia. Mulai dari SD yang pernah berurusan dengan hamba hukum karena kasus BLBI tapi tidak sampai di vonis sebagai terpidana karena hanya para bawahannya yaitu para Direkturnya (PS dan HB) yang harus mempertanggung jawabkan sampai ke proses hukum akhir yaitu menjadi penghuni hotel prodeo , SS yang harus mempertanggung jawakan kasus Bank Bali sampai dengan BA yang terlibat dalam kasus penggelontoran dana Yayasan BI, kedua pejabat yang terakhir ini harus pindah tinggal dari rumah yang sangat nyaman , sejuk dan anggun ketempat tinggal yang tertutup jeruji besi serta berudara pengap.Entah siapa lagi korban berikutnya dari para petinggi BI ini yang harus menyusul para pendahulunya menginap di hotel prodeo. Ada apa sebenarnya dengan jabatan yang mulia dan bergengsi ini dan kenapa para pejabatnya menjadi begitu rawan terkena proses hukum pidana yang mengakibatkan mereka harus berurusan dengan realita hukum pidana yang sangat mengenaskan ini. Entahlah , mungkin Allahu a’lam jabatan yang menjadi pemimpin utama usaha peredaran dan simpan meminjam uang di negeri ini sangat dibenci oleh Allah SWT karena melanggar hukum yang sebenarnya telah diturunkanNya sebagai pedoman untuk bermuamalah bagi ummat manusia(Islam) di dunia seperti yang difirmankanNya dalam surat Al Baqarah ” Telah diharamkanNya riba dan telah dihalalkanNya jual beli bagi ummatnya (terjemahan bebas).Hal ini masih perlu pengkajian lebih mendalam karena saya sendiri yang awam ini hanya ingin urung opini dengan para terutama ikhwa dan ukhti serta para pakar sistim kepemerintahan, para cerdik pandai dan para ulama yang berminat menganalisis kondisi yang sangat tidak nyaman ini baik ditinjau dari segi ketaatan beragama maupun asas universal. Wassalam.

Hello world!

November 27, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.